Author Archive

Keajaiban Cahaya Bulan Februari

Keajaiban Cahaya Bulan Februari  ~ sebuah judul yang mengundang tanya.

Ada apa sebenarnya di bulan Februari ? Adakah cahaya yang akan memancar lebih terang ? Perayaan ulang tahunkah atau mau ikut-ikutan ber-pink ria ? Ah tidak, saya tak pernah ikut-ikutan merayakan hari pink-ria itu. Bagi saya, kasih sayang tak ada harinya karena seharusnyalah kita senantiasa menebar kasih sayang setiap hari. Kasih sayang yang bukan hanya untuk  makhluk Tuhan yang paling sempurna a.k.a Manusia, tetapi kasih sayang untuk semua makhluk ciptaanNYA.

Kali ini saya ingin mengutip sebuah kalimat apik di sebuah blog:

Tetaplah menulis, maka kamu akan tau siapa dirimu.

Lagi-lagi sebuah ajakan untuk menulis, menulis dan menulis. Menulis bukan hanya pekerjaan seorang juri tulis, sekretaris atau notulis, tetapi adalah pekerjaan dan tugas utama seorang blogger, di dunia ini. Sungguh aneh jika ada blogger yang tak pernah menulis.

Yang menjadi pertanyaan adalah : siapa gerangan yang meletakkan kalimat penuh makna tersebut di blognya ?

Ini dia.

Seorang wanita ayu, ibu rumah tangga, mempunyai segudang kegiatan dan  mengelola paling tidak 3 blog. Siapa dia ??

Traveling ke Balikpapan : Kota Pertamaku di Luar Jawa

Traveling ke Balikpapan

Courtesy : www.remkosforum.com

Traveling ke Balikpapan ? Yes,itulah jawabanku jika Una bertanya kemana aku ingin pergi.

Mengapa ? Karena Balikpapan adalah kota pertama di luar Pulau Jawa yang saya kunjungi dan selanjutnya menetap disana selama 12 tahun. Di Balikpapan itulah saya yang awalnya Joko Ting Ting kemudian beranak-pinak.

Semua diawali dari Kantin Kadaryono Pusdikpom Cimahi~pada bulan Juni 1975.

Kami para perwira muda yang masih kinyis-kinyis, cepak-cepak, muda-muda, ganteng-ganteng dan lagi kenceng-kencengnya menuju kantin Perwira tersebut. Disitu akan diadakan acara pembacaan surat keputusan tentang penempatan kami setelah lulus dari  pendidikan dasar kecabangan Polis Militer. Di pintu masuk, Wakil Komandan Pusdik yang saya kenal dengan baik berkata: ” Kamu Borneo,Lik”.  Ternyata benar, ketika namaku disebut saya dan seorang sahabat kenthalku ditempatkan di suatu kesatuan baret biru yang berkantor di Balikpapan.

Traveling ke Balikpapan pertama kali itu juga diawali dengan acara dramatis yang pernah saya tulis dalam artikel berjudul Di Ujung Kain Emak. Pada artikel itu saya ceriterakan bagaimana Emak Yang Over Protective Pwoll mengusap wajah saya dengan ujung kain yang dipakainya sambil berdoa: “  slamet sak polah tingkahmu nak , adoh bilaimu “. Lanjutkan

Bad Behavior has blocked 757 access attempts in the last 7 days.