Osteoartitis Jempol Kakiku
Jempol kaki kanan saya sejak beberapa hari yang lalu berulah. Rasa nyeri mak nut nut nut menyerang garang. Sayapun langsung menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka yaitu : kacang goreng dan kacang godok yang saya emplok bersama Niar dkk dalam pagelaran Kopdar Galaxi Bersemi, 17 Mei.
Selain buah polong itu, kangkung dan godong telo kaspe juga termasuk sebagai pihak yang ” turut serta melakukan persekongkolan jahat yang menyebabkan asam urat “. Maklum ketika weekend di Jombang kemarin emak membelikan ayam panggang mekangkang plus urap kangkung dan daun singkong nan lezat.
Hingga artikel ini saya draft, jempol kaki masih nyeri. Sayapun konsultasi dengan dr. Sri Amiretno Damayanti, cucu non biologis Ipung, perihal cenut-cenutnya jempol kaki Eyang Kakung.
” Nduk, jempol kaki kanan saya bengkak, berwarna agak merah dan terasa nyeri. Apa asam urat ya. Obate opo ? “, sms dikiriiiiiiiiiiim.
Lamaaaaaaa nggak njawab-njawab. Setelah sholat ashar barulah muncul smsnya.
” Osteoartitis kayaknya,Yang. Bukan asam urat. Minum piroksikam 20 mg aja. Diminum saat mkn,sehari 1x. Ada obat olesnya juga kok “, demikian reply cucuku yang cantik itu.
” Apa penyebabnya, wuk ?”, tanya saya ingin tahu.
” Yaaahh…katanya sih krn proses degeneratif, usia lanjut, atau kelebihan berat badan. Bisa juga karena trauma kecil tp berlangsung berulang2. Obat itu hanya menghilangkan gejala, bukan mengobati penyakit,Yang…Jd swaktu2 bisa kambuh lg”, jelas Tanti yang kakaknya dr. Arum itu.
Busyeeetttttt, kalau disebut proses degeneratif sih oke-oke saja. Tapi istilah “usia lanjut” itu kok agak gimanaaaaaaaaaaa gitzu.
” Eh iya, dulu saya juga mengalami kondisi seperti itu pada tungkai kan ya “, sahut saya teringat pembengkakan dan pemerahan serta pencenut-cenutan pada tungkai kanan (Baca artikel berjudul Panas di Tungkai Tak Seberapa Dibanding Panas di Hati )
” Iya bisa ditungkai yang menyangga tubuh “, lanjutnya.
Dengan penjelasan dr.Tanti tersebut maka status tersangka yang saya berikan kepada kacang goreng,kacang godok, kangkung dan daun singkong rebus saya cabut. Selengkapnya

