Archive for the ‘Peradaban’ Category
Tehnik Wanita Menolak Cinta Pria
Last Updated on Wednesday, 23 September 2009 08:47 Written by Pakde Cholik Thursday, 24 September 2009 05:00
Dalam folklore-cerita rakyat- ada kisah menarik tentang tehnik wanita yang berusaha menolak cinta dan lamaran pria yang tidak dicintainya dengan berbagai alasan. Ada yang tidak suka pria itu karena telah membunuh ayahnya, ada yang karena sudah mempunyai kekasih dan ada pula yang menolak cinta seorang pria karena wanita itu tahu bahwa pria yang mencintai dirinya memang tidak boleh menikah dengannya. Read more: Tehnik Wanita Menolak Cinta Pria
Tags: bahasa jawa - cerita rakyat, Bandung Bondowoso, bandung bondowoso bahasa jawa, Candi Sewu, cerita bahasa jawa, cerita dalam bahasa jawa, cerita gunung bromo, cerita legenda berbahasa jawa, cerita legenda gunung bromo, cerita rakyat bahasa jawa, cerita rakyat basa jawa, cerita rakyat berbahasa jawa, cerita rakyat bromo, cerita rakyat dalam bahasa daerah, cerita rakyat dalam bahasa jawa, cerita rakyat gunung bromo, cerita rakyat legenda gunung bromo, cerita rakyat menggunakan bahasa jawa, cerita rakyat sangkuriang bahasa jawa, cerita rakyat sangkuriang dalam bahasa jawa, cerita rakyat yang menggunakan bahasa jawa, crita legenda, crita legenda basa jawa, def, dongeng bahasa jawa, dongeng bahasa jawa pake tulisan bahasa jawa, dongeng pake basa jawa, folklore, folklore gunung bromo, Gunung Batok, Gunung Bromo, Gunung Tangkuban Perahu, jaka kendhil, kisah gunung bromo, Legenda, legenda basa jawa, legenda berbahasa jawa, legenda bromo, legenda rakyat, legenda rara jonggrang basa jawa, legenda roro jonggrang bahasa jawa, Loro Jonggrang, menolak cinta wanita secara halus, Rara Anteng, rara jonggrang basa jawa, Sangkuriang, start | Posted under Peradaban | 29 Comments
Sumantri Blunder
Last Updated on Wednesday, 2 September 2009 06:44 Written by Pakde Cholik Wednesday, 2 September 2009 06:40

Diantara pelajaran sejarah di Sekolah Rakyat ( tahun 1960an) , selain kisah Joko Tingkir ada lagi kisah yang menarik perhatian saya yaitu tentang Patih Suwondo. Patih Suwondo nama aslinya adalah Sumantri. Dia harus pergi kekota kerajaan untuk mengadu nasib yang akhirnya “ ngenger “ atau mengabdi kepada Prabu Arjunasosrobahu dari kerajaan Maespati atau Magada. Read more: Sumantri Blunder
StopPress : Woro-woroku
Last Updated on Sunday, 15 November 2009 08:38 Written by Pakde Cholik Wednesday, 26 August 2009 11:20

Dengan ini diumumkan kepada seluruh bangsa dimuka bumi ini bahwa foto yang saya pajang diatas adalah milik saya hasil uprak-uprek dengan menggunakan photofunia. Termasuk didalamnya adalah udeng,blangkon, batik , dan beskap yang benar-benar milik bangsa Indonesia sejak dulu kala.
Maka dari itu barang siapa yang berani meng-claim bahwa foto, bangklon, udeng,batik dan beskap diatas adalah milik bangsanya maka bangsa tersebut termasuk bangsa yang ngeyel.
Demikian woro-woro ini saya sampaikan agar dimaklumi.
Peng-claim-an dan pengeyelan terhadap woro-woro ini sungguh merupakan perbuatan yang sangat memalukan.
Courtesy : photofunia
7 bulan, lalu masuk kurungan
Last Updated on Thursday, 23 July 2009 05:15 Written by Pakde Cholik Thursday, 23 July 2009 04:31

Kemarin sore Bella menjalani ritual turun tanah, atau Ritual of Stepping Foot on Earth ( kata orang Inggris) alias Tedak Siten-kata orag Jawa. Tedak artinya turun dan siten berasal dari siti yang artinya tanah. Acara ini bukan merupakan syariah agama, hanya merupakan budaya Jawa belaka. Acara tedak siten dilakukan pada bayi yang sudah berumur 7 bulan. Harusnya acara jatuh tanggal 27 Juli tetapi karena Bella sudah siap terbang, maka acara diajukan tanggal 24 Juli kemarin. Ini dia foto-foto acara tedak siten Bella. Read more: 7 bulan, lalu masuk kurungan
Tags: "asal-usul tedak siten", budaya, budaya jawa, contoh undangan tedak siti, foto, fungsi ritual, fungsi ritual tedak siten, kata kata tedak siti, kata kata tedak siti jawa, ketan, ml, pidato bahasa jawa, pidato bahasa jawa empat bulanan, pidato bahasa jawa tedak siten, pidato bahasa jawa upacara adat, pidato tedak siten, ritual, stepping foot on earth, tedak siten, tedak siti, tedak siti dalam bahasa jawa, tedhak siten, tedhak siten sunan kalijaga, tumpeng | Posted under Peradaban | 20 Comments

Komentar Terkini