All Entries in the "postalgia" Category
Emak Marah Sambil Memujiku
Setting waktu : 1963 ( status saya pelajar SD )
Emak bertengkar dengan Mbokwo Puk (bude non family dekat) – tetangga depan rumah yang berjualan rujak. Pasalnya mbokwo protes keras karena ayamnya yang sudah ABG pincang akibat saya lempar kakinya dengan kreweng (pecahan genteng)
Berburu Kijang di Bukit Tinggi
Pada rapat lengkap yang dihadiri oleh para field commander, tiba-tiba si bos bertanya.
Bos : ” Cholik mana ? “
Saya : ” Siap ! “
Bos : ” Kamu itu bagaimana, kok enak-enak latihan terjun padahal kami yang disini sedang sibuk semua “
Saya : ” Siap, saya melaksanakan surat perintah yang bos tanda tangani “
Peserta rapat kompak [...]
Pengakuan Mantan Demonstran
” Ganyang si Nganu itu, koruptor rakus “
Kriettttt…pintu dibuka, bapak mencereng melihat poster yang sedang saya buat.
” Kamu itu mengerti apa, kamu masih kecil, buang postermu !!”, kata bapak dengan wajah menahan marah.
I Miss You
Sudah sekitar 19 tahun saya tidak bertemu dengannya. Jangankan bertemu, mendengar beritanya saja tidak pernah. Ketika mengikuti Short course di Clingendael Institute-Denhaag saya pernah bertanya kepada seorang dosen yang kebetulan pakaian seragamnya sama dengan pakaian seragam yang selalu dipakainya. Tapi dosen yang cantik itu tak kunjung memberi informasi tentang keberadaannya sampai saya pulang ke negeriku.
Ach, [...]
Lain Meja Lain Jajannya
Sekitar jam 10 pagi beberapa anak buah datang kerumah beserta keluarganya, wuikkkk..banyak amat. Setelah bersalam-salaman saya bertanya kepada mereka, ” Darimana nih kok rame-rame?”, salah seorang anggota menjawab: ” Dari kediaman Wadan, baru kemari,nDan”. Saya heran, ada apa gerangan dirumah Wadan.
Punyaku Besar Sekali
Itu yang diucapkan beberapa teman ketika melihat punyaku. Biasanya kami membahasnya lagi setelah makan siang. Setiap bercerita tentang kepunyaan masing-masing kami tertawa ngakak karena benar-benar menggelikan.Lebih ngakak lagi jika ada teman yang berkata dengan sendu ” Sialan, punyaku kecil amat sih, nasib-nasib”. Ini terjadi ketika kami mengikuti pendidikan serdadu.
Briga dan Aku
Menjelang lebaran saya kembali mengantar Emak ke dokter Indiyah untuk chek-up dan menambah stok obat lagi. Kata emak masih ada rasa kurang enak pada pencernaannya. Sepanjang perjalanan saya gunakan untuk complain tentang kelakuan Briga-cucu saya yang cowok keren itu. Entah siapa yang ditiru, kok bisa-bisanya nakal kayak gitu.
Hallo Pak Boss
Nama panggilan saya ber-evolusi. Ketika saya masih dalam tahap pedekate, si gadis yang bekerja sebagai guru honorer yang juga anak guruku itu memanggilku dengan sebutan mas atau mas Cholik. Sebaliknya saya memanggilnya dengan sebutan Dik atau Dik Ipung, plesetan resmi dari namanya Anita Purwati. Panggilan mas atau mas Cholik itu melekat sampai kami menikah.
Setelah mempunyai [...]
Tip sore : membuat logo bata merah
Setting waktu : 1962
Mbah kakung saya mempunyai perusahaan pembuatan genting dan batu bata, usaha ini masih bertaraf industri kecil. Pegawai yang membuat bata dan genting hanya sekitar 6 orang. Saya mengenal para pegawai dengan baik karena merekalah kelak akan menjadi sasaran keusilan saya.
Inspector Fatimah
Tugas dan tanggung jawab jabatannya memang tak seluas dan serumit seorang Inspektur jaman sekarang, namun sungguh sangat penting bagi beliau dan bagi saya sekeluarga. Saat bulan Ramadhan seperti ini saya selalu teringat beliau yang telah meninggalkan kami pada tahun 1994. Sayang saya tidak sempat melihat untuk terakhir kalinya, apalagi mengantarkannya ke peristirahatan yang terakhir. Ketika [...]

