Branded Jomblo

Branded Jomblo5 orang pemuda yang tergabung dalam kelompok Five R (baca faifar) yang masih jomblo sepakat untuk mengadakan reuni guna mengenang masa indah sewaktu SMA dulu. Faifar diambil dari huruf-huruf nama depan mereka.

Setelah membahas kisah-kasih di sekolah yang tak pernah sukses mereka beralih ke topik lain.

Famit:”Untuk celana saya memang fanatik dengan Levi’s. You semua pasti sudah tahu donk. Seperti yang saya kenakan saat ini, Levi’s Men’s 501 shrink to fit jean. Ini okeh bang ‘get. Ini jenis old fashioned style, classic dan original. Mama sudah janji mau membelikan satu lagi dengan color yang berbeda.”

Asbhun:”Saat ini saya sedang tergila-gila pada kacamata yang cakep banget. Lihat nich, UB classic aviator sunglasses oleh-oleh papa dari LA minggu lalu. Dengan gold frame with brown Reflective lens seperti ini saya serasa jadi bagian dari Top Gun deh.” Selengkapnya

From Bandung With Love

Hari masih pagi. Badan Garby terasa remuk. Terdengar suara hiruk pikuk di luar sana. Ketika Garby membuka matanya Luky berbisik:”Kita harus berpisah, Sayang” Garby kaget.

“Mengapa, apa salahku?”

“Tak ada yang salah. Hanya untuk sementara”

“Berapa lama?”

“Hanya sebentar”

“Hanya sebentar itu tak jelas ukurannya. Katakan dengan tegas biar ada kepastian!!”

Luky diam di tengah ke hiruk-pikuk an, sementara Garby sudah merasakan sinyal perpisahan itu akan tiba.

“Apakah kau merasa aku menjadi bebanmu?”

“Bukan”

“Aku sudah tidak menarik lagi bagimu? Atau sudah ada yang lain?” Selengkapnya

Kopi Cak Grono Sadhepo

Kopi Cak Grono SadhepoCak Grono Sadhepo nggondhok pwol. Setiap sore biasanya sudah cemawis kopi sak morong lha kok kali ini sudah hampir maghrib yang tersedia hanya segelas air putih. Clingak-cliguk dicarinya isterinya. Di dapur tidak ada, di kamar mandi juga kosong mlompong. Ketika masuk kamar wee..njekethek isterinya sedang mencat-mencet handphone. Pantas kopi Cak Grono Sadhepo tak terhidang.

“Nggak mbuat kopi tah,Dik,”tanya Cak Grono.

“Enggak. No money no kopi,” jawab sang isteri cuek bebek sambil terus mencetin HP.

“Oooooo…jadi kamu lebih senang sms-an karo pacarmu daripada mbuatkan kopi untuk suamimu. Okey kalau gitu, saya tak ngopi di warung jeng Ngatno ae. Lebih asyik.” Cak Grono siap meluncur.

Belum sampai pintu, langkah Cak Grono dihadang oleh Pakde Gondo Maruto. Selengkapnya