Lebih Dekat Dengan Ida Akbar si Nyonya Besar

Ida AkbarPernah dengar ODOJ? Iya itu one day one juz. Program membaca 1 juz Al-Quran setiap hari. Programnya sendiri baru akan dilaunching di Masjid Istiqlal, 4 Mei mendatang. Tapi gaungnya udah luar biasa terdengar sejak beberapa bulan lalu. Awalnya saya tau program ini dari postingan beberapa teman di blog. Beberapa hari kemudian, adik ipar saya menelpon dan mengajak saya bergabung dengan program ini.

Pengen tahu apa reaksi saya kali pertama tahu ada program ini? PLAK!!! Seperti ditampar sodarah. Sakit. Jadi inget kebiasaan Ramadan yang mulai ditinggalkan. Saya nulis ini bukan mau pamer atau riya. Naudzubillah, summa naudzubillah. Ini cuma sebagai pengingat buat saya, bahwa baca Al Quran itu harus dilakukan setiap hari, bukan sesempatnya. *pecut diri sendiri* Baca selengkapnya

Mistery Model Disentil ODOJ

Pernahkah sahabat berhasil menamatkan membaca sebuah novel atau buku apa saja dalam waktu sehari ?  Kalau saya sih pernah yaitu ketika masih duduk di bangku SMP. Kala itu saya dan beberapa teman sering menyewa komik, novel dan buku lainnya. Karena waktu yang diberikan oleh penyewa buku sangat terbatas maka saya membacanya dengan ngebut. Sehari tuntas. Lalu gantian Bapak dan Emak yang membacanya. Keren kan.

Tetapi terus terang, saya membaca Al-Qur’an lebih lambat. Satu juz bisa beberapa hari baru selesai. Jika saya bisa menjalankan one day one post di BlogCamp ternyata saya belum mampu membaca Al-Qur’an dengan target on day one juz (ODOJ) Ada saja godaannya.

Ternyata ada juga seorang blogger yang merasa disentil ODOJ tersebut. Siapa blogger di maksud ? Ini dia wajahnya yang saya tampilkan di majalah BlogCamp Group edisi tanggal 1 April 2014. Wanita cantik menik-menik ini sekaligus saya jadikan model kuis tebak nama model hari ini. Baca selengkapnya

Hi Nyah!:Blogmu Itu Lhoooooooooo

Hi Nyah!“Hi Nyah! blogmu itu lhoooooooooo,” teriakku ketika bertemu dengan Nyonya Besar di sebuah perpustakaan.

“Kenapa ,Pakde?”

“Apik, tapi….,”

“Tapi apa..apa..apaaaaaaaaaaaa?” Nyonya Besar duduknya makin mepet. Saya jadi gimanaaaaa gitzu.

“Nyonya nggak marah,sewot,radang-meradang kalau saya berkata jujur?” Jari-jari lentik itu mencengkeram lenganku. Aku menyeringai tajam, ingin menerkam dirinya. Baca selengkapnya