Jogyakarta diguncang gempa

Create your own banner at mybannermaker.com!

.

 



Slot untuk artikel tamu tinggal 5, harap maklum

.

September 2004 pertama kalinya saya menginjakkan kaki jauh dari orang tua saya yang berada di Denpasar untuk menempuh kuliah S1 dan S2 Profesi Psikologi di Yogyakarta. Ayah mewajibkan seluruh anaknya kuliah di Yogyakarta, tidak boleh ada alasan, dan tidak boleh ada penolakan.

Beberapa tahun kemudian… *biar seperti di film atau sinetron*

Sabtu, 27 Mei 2006 jam 04.30 AM alarm handphone berbunyi menandakan waktunya untuk saya bangun mengambil air wudhu, sholat subuh, dan melanjutkan tidur kembali sebelum berangkat kuliah pagi. Sekitar jam 06.50 AM atau 06.55 AM kaki saya seperti tertimpa barang berat, saya membuka mata, TV saya jatuh di atas tempat tidur dan sedikit mengenai telapak kaki saya. Saya masih belum “ngeh”, melihat tirai jendela terbuka lebar, dan melihat lantai kamar kos berserakan barang; ada kipas angin, radio, dll. Yang terlintas dalam pikiran saat baru bangun tidur adalah “Siapa nich yang berani masuk kamarku dan mengobrak-abrik barangku??” Read More »

Bad Behavior has blocked 827 access attempts in the last 7 days.