Tak Ada Kereta Api Terakhir

Kereta Api TerakhirDengan wajah sumringah Rayso masuk ke toilet. Dibasuhnya wajah yang penuh keringat itu, rasa segar langsung terasa. Topi hitam yang selalu bertengger di kepalanya setiap melakukan operasi rutinpun diangkat. Tercium aroma tak sedap, aroma rambut yang tak pernah tersentuh oleh shampo.

Dengan cekatan Rayso mengambil dompet yang tersimpan rapi di kedua saku jaketnya. Dompet pertama berwarna hitam , busyeeet, dompet menggelembung itu ternyata penuh berisi kertas tak berharga. Ada potongan-potongan karcis parkir, resi paket, bill restoran, catatan nomer telepon dan aneka cuwilan kertas lainnya.

Tak sabar dompet kedua yang tersimpan di saku kanan jaket segera dicabut. Wow..ada gambar wanita cantik dan seorang bocah laki-laki yang ganteng. ” Mirip pacar pertamaku dulu”, batin Rayso. Lembar-lembar uang ratusan ribu tersembul, membinarkan matanya. Ada 4 kartu kredit, 3 kartu ATM, KTP, SIM A, STNK dan sebuah kartu nama. Dihitungnya lembaran merah itu dengan hati riang. ” Sadaf…3 juta rupiah…makan besar nich”, pikir Rayso. Selengkapnya

Tags: , , Cerita Mini, cermin, Kereta api terakhir,