Padang Arafah , Jum’at 29 Desember 2006.
Kami sedang wukuf di Arafah. Setelah berdoa seharian dan mendengarkan khutbah wukuf, ketua rombongan mempersilahkan kami bersalaman, sambil saling meminta dan memberi maaf satu sama lain. Kamipun berkeliling menyalami satu persatu para sahabat se maktab 56 Surabaya.
Ketika berhadapan dengan Ipung, dia menyalamiku dengan takzim. Lalu….saya peluk dia sambil minta maaf. Airmata ini tak terbendung, mengalir deras. ” Maafkan saya mak, saya sering membentak-bentakmu “. Diapun tak kalah seru, ikut menangis. Read More »
November 7, 2011 ≈ Kontes ≈ 61 Comments ≈ Tags: ampunan, doa, Menangis di Arafah
.
Saya pontang-panting, keringat gobyos, nafas ngos-ngosan. Saya terpaksa beberapa kali berhenti, istirahat, untuk mencegah agar mata tak berkunang-kunang. Edan tenan, mengapa mereka mengeroyok saya. Saya tengarai paling tidak ada 5 orang yang pertama-tama mengerumuni saya. Tak lama kemudian menyusul bak semut melihat gula, datang berbondong-bondong dari segala arah.
. Read More »
August 24, 2010 ≈ Uncategorized ≈ 41 Comments ≈ Tags: abdulcholik, aja, aku, bundadontworry, Bundodontworry, bus, cinta, doa, doa mudik, emak, etika duduk, foto, Guskar, jumialely, kereta api, kina, kue, lely, loreng, ml, NakjaDimande, ngakak, Oyen, Oyen Maroyen, pesan, pil kina, pilkina, pramugari, puisi, raba, sa i, sabar, satu, sinopi, Tertawa, tumpeng, ulang tahun, ultah