Dewi-Dewiku
Mempunyai dua anak perempuan memang enak pwol. Jika ingin minum kopi tinggal minta, tak perlu sungkan. Jika kopi yang disuguhkan Eny kurang gula tinggal berkomentar dengan enteng : ” Iki kopi opo jamu sih , rek ?? “. Eny paling ngakak aja.
Demikian pula jika Sandy bertanya : ” Pa, kangkung ini mau di sayur asem atau di buat lalapan ?”. Sayapun tak ragu-ragu menjawab: ” Taruh aja di pot luar sana, biar menjalar kesana-kemari “. Sandy paling juga mlengos aja, sudah tahu lagak dan gaya bapaknya kok.
Eny anak pertama, lahir pada tanggal 17 Agustus. Bulan kelahirannya itu saya letakkan dibelakang namanya sehingga menjadi Eny Indah Agustiani.
Sandy Yustisia Putri - biasa dipanggil Sandy- si bungsu lahir pada tanggal 13 November. Ada kata ” Yustisia ” pada namanya. Kata Pro Yustisia yang artinya ” Untuk Keadilan” hampir tiap hari saya ketik dalam Berita Acara Pemeriksaan, yang saya buat ketika menjadi Perwira Penyidik.
Dan inilah Eny dan Sandy , buah hati kami..
.
Eny dan Sandy ketika remaja , cakep seperti bokapnya, bukan
.
.
Artikel ini diikutsertakan dalam acara Maret Ceria di blognya Jeng Lidya yang cantik jelita
.


