.

.
Pertahanan Nyai Raki akhirnya bobol juga. Perlahan-lahan airmata mengalir ke pipinya yang keriput.
” Sudahlah mak, toh mereka kini sudah datang “, ujar Munaroh anak bungsunya.
” Iya, tapi sebenarnya mereka itu mudik untuk apa dan untuk siapa. Kakak-kakakmu serasa menjadi orang asing di rumah ini “, kata wanita tua itu sembari mengelus pundak Munaroh yang sedang membereskan meja makan. Read More »
August 20, 2011 ≈ Kontes ≈ 81 Comments ≈ Tags: abdulcholik, aja, aku, bus, emak, Gelar, handphone, hp raki, kampung, komputer, lagu, lalapan, logo, mudik, mudik ke blogor, ngelu, sa i, satu, suami, tamu asing, Tertawa, TV
Maghrib sudah berlalu lebih dari setengah jam tapi Oyen tak kunjung muncul. Jika beberapa menit lagi si kembang Kampung Jengkol itu tak juga datang saya khawatir Bella akan jatuh terkulai, bobo. Dan itu berarti bussines dinner yang sudah kami rancang bisa berantakan. Read More »
October 24, 2010 ≈ Potret ≈ 77 Comments ≈ Tags: abdulcholik, aku, berjilbab, dinner, emak, gadis cantik duduk, gurami, kakap, kopdar, lalapan, Oyen, papa, Salatiga, satu, Tertawa