Nyai Raki dan Tamu Asing

.

Miss you

.

Pertahanan Nyai Raki akhirnya bobol juga. Perlahan-lahan airmata  mengalir ke pipinya yang keriput.

” Sudahlah mak, toh mereka kini sudah datang “, ujar Munaroh anak bungsunya.

” Iya, tapi sebenarnya mereka itu mudik untuk apa dan untuk siapa. Kakak-kakakmu serasa menjadi orang asing di rumah ini “, kata wanita tua itu sembari mengelus  pundak Munaroh yang sedang membereskan meja makan. Read More »

Mandi Kramas

Ruang meeting mendadak hening ketika Adipati Pujo Wanodya mengernyitkan kening. Ada bau mirip amoniak kadaluwarsa, muleg, membuat perut mual dan mata menjadi pedih. Seluruh peserta weekly meeting terdiam, sambil melirik wajah sang adipati.

” Siapa yang merasa throw wind (buang angin) silahkan meninggalkan ruang meeting lalu mandi kramas di dekat kandang kuda dibelakang sana sampai bersih. Setelah itu baru kembali lagi kemari untuk mengikuti meeting. Dengan ini meeting saya schors selama satu jam “,  sang adipati mengeluarkan titah. Read More »

Janji Janet

Cak Marjanji  baru saja memarkir sepeda motornya ketika Janet isterinya bertanya : “ Gimana mas, dapat pinjaman uang dari koperasi ?”

“ Nggak dapat soalnya pinjaman tahun lalu masih kurang beberapa bulan nyicilnya “, jawab Marjanji sambil melepaskan sepatu. Di sruputnya teh anget yang telah disiapkan dimeja, namun teh itu terasa nyangkut di tenggorokan karena melihat wajah isterinya yang muram durja. Read More »

Rejeki Mati Rejeki

.

Rejeki 1

Menjelang keberangkatan ke Medan saya membongkar koper. Barang-barang ex Kopdar Jogya saya keluarkan, rogoh sana-rogoh sini untuk mengeluarkan benda-benda yang mungkin tak diperlukan lagi. Whuik..disalah satu kantong koper ternyata ada uang pecahan Rp.50 ribu. Saya hitung, ada 20 lembar. Walau uang sendiri, tetap saja itu saya anggap rejeki, maklum nggak nyangka ada uang tercecer disitu.

. Read More »

Bad Behavior has blocked 826 access attempts in the last 7 days.