7 Juni 2008
21:00
Harusnya papa sudah pulang, karena biasanya papa hanya berdagang sampai jam 8 malam,, mama sudah mulai menunjukan keresahannya, karena gak biasanya papa terlambat pulang, beliau bolak balik dari rumah ke depan gang, untuk menunggu papa pulang…
22:00
Sudah jam 10 ,, dan artinya papa sudah terlambat pulang 2 Jam,, kekuatiran kami semakin tinggi,, terutama Mama dan Sibungsu,jarak antara rumah dan tempat papa dagang gak jauh,, kira-kira 2 km.. setiap hari papa bulak-balik mengendarai vespa tuanya,, kami mulai kuatir, takut papa mengalami kecelakaan di jalan..atau sesuatu yang buruk terjadi,,
Dan akhirnya Saya, Mama, dan Sibungsu memutuskan untuk mencari Papa,, sementara Abang menunggu di rumah,,
Jalur yang biasa dilalui papa ada dua..jalur depan dan jalur belakang,, kami memutuskan membagi dua kelompok kami,, sibungsu menyisiri jalan di jalur depan,, dan saya serta mama menyusuri jalan di jalur belakang,, kami memilih untuk berjalan kaki dan bertanya kepada setiap orang yang kami temui apakah mereka melihat papa,,
Saat itu kami mencoba untuk berpikiran baik,,
“Mungkin si Njub (*vespa papa namanya njub) mogok,,dan papa harus ngebenerin si njub dulu”
Tapi di sepanjang perjalanan kami tidak menemukan Papa beserta si Njub..kami memutuskan untuk mencari papa ke bengkel dimana papa biasa ngebenerin si njub,, tukang bengkel yang kami datangi juga bilang kalau papa gak kesana hari ini,,dan si njub baru saja di servis beberapa hari yang lalu jadi kemungkinan si njub kumat amat sangat kecil..
Sumpah detik itu ada banyak ketakutan di benak saya,, Abang mulai sibuk menelpon satu persatu teman papa,,apakah ada diantara mereka yang bersama Papa,, dan jawabanya semua sama,, mereka bilang papa sudah tutup dagangan jam 8 malam dan harusnya jam setengah sembilan sudah pulang..
Mungkin ada diantara kalian yang bertanya..
Kenapa gak telepon ke hape papa aja,,lebih gampang kan nyarinya..
Yup…seharusnya kami tinggal telpon hape papa aja,,tapi papa saya tidak begitu menyukai teknologi..jadi papa saya gak punya hape,, (*jadi kebayang kan gimana paniknya kita kehilangan papa,,,
23:00
Sudah jam 11 sebelas malam dan artinya papa sudah hilang 3 jam..rasanya waktu berjalan begitu lambat,,dan kami amat sangat teramat cemas..pikiran buruk menghantui kami berempat,, ada banyak pikiran buruk yang ada di kepala
a) Papa mengalami kecelakaan,, dan dibawa kerumah sakit (* tapi ini amat sangat kecil kemungkinannya,, karena sepanjang jalan yang kami susuri tidak ada bekas-bekas kecelakaan,,
b) Papa dirampok,, trus dibunuh dan jenazahnya di buang ke suatu tempat.. (ada kemungkinan untuk hal ini,,karena papa baru pulang dari tempat dagang, pasti bawa uang kan..apalagi ini hari jum’at biasanya dagangannya ramai..
c) Papa kabur ke rumah istri mudanya.. (ha..ha..ha. ini hanya pikiran bodoh dan mungkin untuk mengurangi ketakutan kita aja..
Kami kalut,, takut,,dan benar,,benar bingung.. ini sudah di luar kebiasaan Papa,, laki-laki yang kami cintai itu tidak pernah pulang selarut ini…
Sahabat,, saat itu rasanya..takut yang teramat takut,, takut di tinggal papa di usia saya yang masih 23 tahun.. apalagi melihat mama yang mulai menangis,, si Abang yang mulai marah.. dan menyesali sikap papa yang anti hape,, si bungsu yang begitu menangis tersedu-sedu..(*rasanya kami akan segera kehilangan papa…
23:30
Abang memutuskan untuk mengabari Paman yang lebih tua dan minta pendapat harus bagaimana.. paman menganjurkan Abang untuk mencari ke Rumah Sakit terdekat mungkin aja kan papa pergi kesuatu tempat kemudian mengalami kecelakaan..
Ada hal lucu di sini..tante saya malah kasih usul yang lebih gila..
“dari pada lo ke rumah sakit gak jelas kabarnya,,mending lo ke pak haji minta di ngajiin,,siapa tahu dia bisa ngasih tahu dimana papa lo ada.” (*usul gila tapi kami hampir melakukannya…
23:45
Setelah berpikir panjang akhirnya abang memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit Umum dimana para korban kecelakaan biasa di kumpulkan…
23:50,,
Saat abang sedang bersiap-siap keluar,,tiba-tiba,, kami mendengar suara pagar di buka..dan Alhamdulillah ya ALLAH papa pulang… kami semua berteriak histeris…Mama, Abang si Bungsu kompak langsung ngomel sama papa,, marah untuk kepanikan kami selama 4 jam ini.. (*tapi jauh didalam hati kami ..kami bersyukur karena papa baik.baik aja..
Ternyata papa telat pulang karena nganterin seorang ibu yang baru mengalami kecelakaan ,dan jaraknya lumayan jauh,,parahnya lagi..di perjalanan pulang si Njub yang gak biasa diajak jalan jauh mogok di jalan.. jadilah si babe,, kudu cari bengkel terdekat dulu ..dan sepanjang jalan pulang papa gak ketemu sama telepon umum,,jadi gak bisa kasih kabar
Papa oh papa ada aja kelakuannya..kebaikan dan ketulusannya terhadap si ibu yang jadi korban kecelakaan membawa kepanikan yang tak terhingga bagi kami anak-anak nya.. dan sejak saat itu kami mengharuskan papa untuk membawa hape kemanapun papa pergi..
.
saya dan papa tercinta….
.
.
.Artikel diatas dikirim oleh Putri
Pemilik blog mylitleusagi.wordpress.com
Sering mengikuti kontes dan kuis serta pernah menjadi model kuis BlogCamp.
Bekerja dan tinggal di Jakarta