Pemeran Cadangan
Tahun lalu, ketika diminta untuk menjadi khatib Sholat Idul Fitri di Masjid At-Taqwa di kampung, saya minta kepada Takmir masjid untuk menyiapkan khatib cadangan. Kontan pak Modin (sekarang namanya Kaur Kesra) menjawab ” Wah, sudah yakin kok, Mas Lik kan sehat-wal afiat, jadi ya nggak usah ada khatib cadangan “. Saya mengambil nafas sebentar ” Wak Modin, kalau Tuhan menghendaki, apapun bisa terjadi. Sholat Idul Fitri ini penting lho, jangan main-main. Kalau tiba-tiba saya mules wal mencret bagaimana ? Pasti akan geger dunia ini karena sholat Id nggak ada khutbahnya, pokoknya saya minta ada khatib cadangan “. Saya tidak tahu apakah takmir dan Pak Modin menyiapkan cadangan atau tidak. Namun Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Read More »
Duduk saja yang santai, nggak usah tunduk gitu. Saya khawatir kalau Guskar tertunduk terus malah jadi ambruk, ketiduran. Lha saya bukan GuRu, atau nungGu wong tuRU . Dibelakang juga sudah disiapkan kopi dan teh nasgithel. Juga ada tempe dan tahu bacem serta kacang godhog sak panci penuh. Bude kadang suka berlebihan kalau nyuguhi tamu, dikira tamunya banyak ”
