Know Your Enemy
“Ndasku koyo dilungguhi gunung yu,rasane abot tenan“, kata paklik saya beberapa hari setelah selesai mengikuti pilkades. Dalam pilkades itu paklik hanya mengantongi 3 suara, itu tentu sudah termasuk suaranya sendiri. Emak yang ikut menyaksikan perhitungan suara langsung lunglai dan meluncurkan tangisan bombay. Sebenarnya itu kekalahan yang tak perlu ditangisi karena seharusnya sudah bisa diprediksi.
Paklik penduduk desa Dukuharum sementara pilkades digelar di desa Pacarpeluk. Ada ketentuan bahwa paklik harus menjadi penduduk desa Pacarpeluk terlebih dahulu agar bisa mengikuti pilkades, akhirnya paklik boyong kedesa Pacarpeluk dan membuat markas darurat. Ini tentu perbuatan nekat, gambling, buang-buang uang dan yang jelas paklik tidak menerapkan prinsip Know Your Enemy (ketahui musuhmu). Read More »

