3 Pembesar diBesar-Besar-kan

3 Pembesar diBesar-Besar-kan merupakan judul khusus hari Minggu dalam suasana santai karena merupakan hari libur. Namanya saja hari libur maka semuanya sebenarnya harus libur. Jika ada pekerja yang membawa tas atau map berisi pekerjaan untuk dikerjakan pada hari libur itu sama dengan mendzolimi diri sendiri. Termasuk atasan yang memerintahkan anak-buahnya untuk membawa pulang pekerjaan untuk dikerjakan di rumah pada hari libur. Maklum yang namanya pekerjaan,  walaupun hari ini dihabiskan toh besok akan muncul pekerjaan baru. Sementara uang gaji, jika dihabiskan hari ini maka yang akan muncul adalah sedu-sedan dan gatal-gatal di kepala. Penderitanya juga akan mlungker seperti gombal amoh.

Kembali ke 3 Pembesar diBesar-Besar-kan, seperti inilah jika di visualisasikan.

.

3 Pembesar di Besar-Besarkan.

Dari kiri-kekanan—–>

1. Pembesar berkaos merah kembang-kembang. Pembesarnya BlogCamp Group yang menjadi besar karena ke-maniak-annya menggelar kuis dan kontes. Menurut penuturannya, jika seminggu saja tidak menggelar kuis atau kontes maka dirinya merasa selah-olah telanjang sehingga semua orang juga seolah-olah melihat kepadanya semua.

2. Pembesar berkaos Krem (seolah-olah), adalah pembesar Karang Kadempel. Ki Lurah Bodronoyo aka Semar ini menjadi besar karena mempunyai senjata yang ampuh yaitu Gondo Maruto yang keluar dari knalpotnya. Senjata sakti itu memang tidak menyakiti, namun bisa membuat musuh kliyeng-kliyeng.

3. Pembesar berkaos Hitam. Beliau adalah Pembesar Khusus bidang Software, CSS dan Plugin. Mas Dwi- demikian kami memanggilnya menjadi besar bukan hanya karena kegemarannya mbongkar jeroan blog tetapi juga mempunyai Sekolah Blog di kawasan Jawa Tengah.

.

2 dari 3 Pembesar di-Besar-Besar-kan tersebut menjadi semakin besar setelah makan ayam goreng paha-dada-kepala di sebuah rumah makan di Solo beberapa bulan yang lalu.

Adakah diantara sahabat yang pernah berfoto seperti 3 Pembesar diBesar-Besar-kan ??

.

Pelawan arus

Di dunia ini ada orang yang kerjanya melawan arus. Sudah bisa kita bayangkan, jika melawan arus itu pasti lebih berat. Contoh yang gampang adalah orang yang melawan kalimat bijak ” Men Sana in Corpore Sano “. Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia kalimat tersebut artinya ” dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula “.

Hla, para perampok,pencopet,penodong,penjambret itu kan umumnya berbadan kekar, kuat, berotot, mrengkel-mrengkel atas- tengah-bawah. Ibu jarinya saja ada yang segede pisang tanduk lho.

Tapi pasti tidak ada yang berani mengatakan bahwa mereka itu jiwanya sehat. Para korban maupun calon korban umumnya menyebut mereka sebagai orang gila, edan,sableng,sinting,gendeng, sedeng, koclok, gak waras dan sebutan-sebutan ngeres lainnya.

Contoh lainnya lagi. Ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang sehari semalam, sampai ndlosor-ndlosor antri karcis sepur, desekan, uyel-uyelan, bau kringet,kentut dan aneka bau yang lain. Hlaaa..tiba-tiba datang orang gede duwur nggegem karcis sak tekem. Dan dengan tenangnya bilang : ” Karcis tah ???, yuk ke dekat pohon trembesi sana biar iyup “.

Duh…badanmu sakmono gedenya kok jiwamu gak waras sih cak. Dan anehnya…orang sakmono akehe gak ada yang berani nangkep lho.

 

Yek opo, rek ??

 

Bad Behavior has blocked 812 access attempts in the last 7 days.