.
Saya pontang-panting, keringat gobyos, nafas ngos-ngosan. Saya terpaksa beberapa kali berhenti, istirahat, untuk mencegah agar mata tak berkunang-kunang. Edan tenan, mengapa mereka mengeroyok saya. Saya tengarai paling tidak ada 5 orang yang pertama-tama mengerumuni saya. Tak lama kemudian menyusul bak semut melihat gula, datang berbondong-bondong dari segala arah.
. Read More »
August 24, 2010 ≈ Uncategorized ≈ 41 Comments ≈ Tags: abdulcholik, aja, aku, bundadontworry, Bundodontworry, bus, cinta, doa, doa mudik, emak, etika duduk, foto, Guskar, jumialely, kereta api, kina, kue, lely, loreng, ml, NakjaDimande, ngakak, Oyen, Oyen Maroyen, pesan, pil kina, pilkina, pramugari, puisi, raba, sa i, sabar, satu, sinopi, Tertawa, tumpeng, ulang tahun, ultah
Punya keponakan 3 orang saja kayak sinopi, pasti rambutku sudah rontok. Bayangkan, 3 hari bermalam di Surabaya sinopi tidak memberi tahu pakdenya, therlhaluuuuuu. Makanya saya kaget ketika muncul smsnya : ” Alo pakde chayank, saya sudah tiga hr lho di Shangrila hotel, biasa ngasih ceramah tentang inner beauty kepada ibu-ibu pejabat. Kopdar yuk, saya ada di stasiun Gubeng nich, sejam lagi berangkat, saya tunggu ya pakde”. Read More »
April 15, 2010 ≈ Potret ≈ 47 Comments ≈ Tags: abdulcholik, aja, bangku stasiun, bokep jilbab, cewek bokep, cewek jilbab, cewek jilbab bokep, cewek jilbab menyusui, cewek menyusui, chinova ialah, ibu jilbab, ibu jilbab menyusui, jilbab bokep, jilbab menyusui, kereta api, kopdar, nasi, raba, satu, sinopi, stasiun, teks ceramah, Tertawa