Kalimat ” lha kok nyimut ! ” ini pernah berkumandang dan populer dikalangan arek-arek Suroboyo tahun 1969-an ketika saya masih duduk di bangku STM. Saya tidak tahu persis apakah kalimat tersebut juga dikenal oleh pemuda atau anak-anak di daerah lain. Read More »
November 23, 2010 ≈ Potret ≈ 79 Comments ≈ Tags: aja, dialek, nyimut, Surabaya
.

.
Tak kusangka, tak kuduga. Pertemuan Salatiga yang hanya berlangsung selama 2 jam itu membuat Oyen klayu, tak mau saya tinggal. Dalam perjalanan ke Kendal, saya terima sms dari Oyen.
Pak Dhe curanggggggggggggggggggggg….
huwaaaaaaaaaaaaaaaaa…….
*tauk gitu Oyen ikutttttttttttt…hiks…hiks ….
Wah bagaimana ini, wong sudah hampir masuk Kendal. Segera saya reply ” Lain kesempatan kita bertemu lagi ya nduk “. Tak terasa airmata saya mengalir kedalam sehingga tak seorangpun tahu. Ah…Oyen…dibalik postingannya yang urakan itu ternyata punya perasaan yang begitu mendalam. Oyen benar-benar klayu……
Saya bayangkan, tangan Oyen menggapai-gapai dengan wajah memelas agar saya membawanya serta. Kalimat ” Pakde…Oyen ikuuuuut…..” benar-benar membuat konsentrasi mengemudi agak kacau. Ipung bolak-balik teriak ” awas angkot….pelan-pelan….lho…lho…. awassssssss ada truk berhenti tuh…..”
Oyen..Oyen….kamu benar-benar unik. Beberapa hari kemudian secara mengejutkan Oyen mengirim sms Read More »
October 30, 2010 ≈ Potret ≈ 82 Comments ≈ Tags: abdulcholik, aja, aku, buku, cafe, cara membuat es, cara membuat es oyen, cinta, dinner, dipijat tante, emak, es oyen, Gelar, Inge, Kakang Yayat, klayu, kopdar, lagu, Oyen, pesan, por, resto Park Cafe, sa i, sextetangga, Surabaya