Ciuman No Uang Yes
Jancuritz….baru enak-enaknya mau nyruput cappucino anget eee si Dasrun datang sambil menunjukkan muka berak kayak bedhes ketulup. Dilihat dari lagak-lagunya, pasti ada maunya. Ini jelas tampak dari wajahnya yang agak suram-durja pertanda hatinya sedang gundah-gulana. Adakah batu koral yang sedang mengganjal hatinya ataukah kemarahan tengah melanda ?
” Sugeng enjang, pakde “, Dasrun uluk salam sambil mencium tangan. Tersungging senyum disudut bibirnya yang hitam dan tebal tetapi tanpa rasa, datar, dingin tak ada kehangatan.
” Met pagi, Dust Round “, jawabku memancing guraunya. Dasrun tetap tak mengembangkan senyum. Saya sebenarnya ingin tertawa ngakak, namun saya tahan. Bukan mentertawakan wajahnya yang kusut masai, tetapi karena pakaian yang dikenakannya itu yang membuat saya geli. Bayangkan kawan, celana kotak-kotak warna coklat hijau dipadu-padankan dengan hem warna pink. Komik saja tidak ada yang warnanya seperti itu. Tapi ya itulah Dasrun, suka asal pakai. Read More »

