Tumpeng Ngetril Gate
Setiap mendengar, melihat dan atau membaca huruf Tumpeng, saya selalu teringat akan peristiwa kenduri di mushola sekitar tahun 1963 an, waktu itu saya masih duduk dikelas 5 Sekolah Rakyat. Kejadiannya juga pas bulan Ruwah. Orang sekampung menyebutnya Ruwahan yaitu membawa tumpeng untuk dikepung bersama-sama di mushola.
Jika sholat, kami orang kampung selalu memakai kain sarung, kopiah dan baju hem atau kaos oblong ( tapi kaosnya tidak ada tulisan iklan Jamu Rapet Wangi, lho ). Listrik belum masuk desa, demikian pula program ABRI masuk desa belum diadakan. Pada umumnya penduduk memasang lampu tempel dirumah masing-masing, termasuk di mushola kakek saya. Read More »

