Ulangan, Ulangan umum dan Ujian
Jaman saya SMP dan STM ujian akhir disebut ujian, gak pake embel-embel ujian akhir sekolah dan ujian akhir nasional segala. Pokoknya kalau sudah kelas III ya siap-siap mengikuti ujian.
Setelah pelajaran selesai ada yang namanya ulangan, lalu ada yang disebut ulangan umum yang meliputi seluruh pelajaran. Waktu ulangan umum di SMP, kami duduk berdampingan dengan kelas murid yang lebih tinggi atau lebih rendah. Misalnya saya kelas I pernah duduk disamping murid kelas II. Dengan demikian maka kami tidak bisa saling menyontek karena materi ulangan umumnya tentu berbeda.
Anehnya, dalam ulangan umum itu seorang muri kelas II yang duduk disamping saya pernah bertanya kepada saya : ” Jagung itu termasuk suku apa ?”. Saya jawab : ” Suku rumput “. Dan ternyata jawaban saya benar. Hebat kan saya, bisa ngasih tahu jawaban soal ulangan umum kelas II walaupun saya baru kelas I.
Ujian dilaksanakan di sekolah masing-masing. Tidak ada penjagaan polisi dan segala macam. Pengawasnya hanya guru dari sekolah sendiri.
Sepanjang pengetahuan saya, tak ada yang namanya kebocoran atau pembocoran soal ujian.
Pokoke, ujian jaman saya sekolah dulu, apik tenan. Kalau ada yang tidak lulus ujian, berarti menang B.O.D.O. Kalau tidak lulus ya mengulang lagi atau siap-siap tutup buku dan buka terop, kawin.
Gitu aja kok repot.
.

