.
Saya pontang-panting, keringat gobyos, nafas ngos-ngosan. Saya terpaksa beberapa kali berhenti, istirahat, untuk mencegah agar mata tak berkunang-kunang. Edan tenan, mengapa mereka mengeroyok saya. Saya tengarai paling tidak ada 5 orang yang pertama-tama mengerumuni saya. Tak lama kemudian menyusul bak semut melihat gula, datang berbondong-bondong dari segala arah.
. Read More »
August 24, 2010 ≈ Uncategorized ≈ 41 Comments ≈ Tags: abdulcholik, aja, aku, bundadontworry, Bundodontworry, bus, cinta, doa, doa mudik, emak, etika duduk, foto, Guskar, jumialely, kereta api, kina, kue, lely, loreng, ml, NakjaDimande, ngakak, Oyen, Oyen Maroyen, pesan, pil kina, pilkina, pramugari, puisi, raba, sa i, sabar, satu, sinopi, Tertawa, tumpeng, ulang tahun, ultah
*
*

*
30 tahun lebih,
Hidup bersama dengan seorang wanita yang tak saya kenal sebelumnya. Banyak hal yang membedakan antara saya dan dia.
Kami dari lingkungan yang berbeda, saya anak desa dia setengah desa, setengah kota. Dia dibesarkan dalam lingkungan disiplin tentara, saya berada ditengah lingkungan petani yang serba kerja keras. Read More »
July 14, 2010 ≈ Uncategorized ≈ 56 Comments ≈ Tags: abdulcholik, aja, aku, anak aneh, cinta, dawet, foto, foto orang ngelahirin, foto wanita, ganbar, ganbar aneh, ganbar orang lagi ngelahirin anak aneh, ganbar orang solat, haji, ilustrasi artikel, Indonesia, kawinkuda, lagu, lempar jumrah, maktab, ml, nasi, orang lagi ngelahirin, papa, Pernikahan, picture, raba, sabar, sepeda, sholat, tantangan, terbang, Tertawa, ultah, wedding anniversary