Tips jitu memegang burungmu

Create your own banner at mybannermaker.com!

.

 

” Mengasuh anak itu seperti memegang burung. Jika memegangnya terlalu kencang dia akan sulit bernafas, tetapi jika memegangnya terlalu kendor maka si burung akan lepas “.

Itulah antara lain nasihat yang pernah saya dengar dari salah seorang sesepuh yang anaknya hanya 7 dan sukses menjadi “orang” semuanya.

Adalah seorang tetangga, yang anaknya hanya satu, laki-laki. Tamatan S-2, yaitu SD dan SMP. Anak tetangga itu umurnya sebaya denganku. Walaupun hanya tamatan SMP tetapi dia mampu menjalankan usaha dagang dengan sukses. Sudah berapa hektar sawah bapaknya yang dia jual, belum sepeda motor dan perhiasan ibunya. Dan uangnya amblas di meja judi.

Ini merupakan bentuk salah asuhan, salah mendidik anak. Terlalu memanjakan, melupakan pilar penting dalam kehidupan manusia yaitu pendidikan agama dan pendidikan ilpengtek.

.

Bagi mas Bayu dan isteri yang baru saja merayakan milad pernikahannya yang pertama, tentu sudah ingin menimang anak,bukan.
Dan kata orang, mendidik anak sudah harus dimulai sejak anak dalam kandungan ibunya. Pendidikan itu memang tidak secara langsung tetapi di transfer melalui perilaku baik dari kedua orangtuanya. Jika kedua orangtuanya suka bersedekah, Insya Allah energinya akan sampai kepada si-anak yang kelak mudah-mudahan bisa menjadi orang yang budiman dan dermawan.

Mendidik anak jaman dulu dengan jaman sekarang tentu berbeda lagak dan gayanya. Karena jaman sudah berubah, musimpun telah berganti.

Dulu, ketika emak melihat kearahku yang sedang asyik mendengarkan perbincangan beliau  dengan tamunya, maka saya sudah mengerti bahwa saya harus segera hengkang dari arena itu. Bukan ndomblong mendengarkan orangtua berbincang ria.

Ketika saya masih asyik main badminton dengan raket terbuat dari bakiak kayu dan shutlle cocknya terbuat dari pelepah daun kelapa plus bulu ayam blirik, dari jauh ayah berkata : ” Ambil lampunya nich !!”. Saya sudah mahfum bahwa saya harus segera menghentikan kegiatan itu karena sebentar lagi adzan maghrib akan segera berkumandang.

Sekarang, ketika melihat keponakan saya sedang asyik sms-an, sementara budhenya sedang sibuk mencuci piring di dapur, saya memberi kode dengan suara : ” Ssssstt..sssst.ssst “, lha dia dengan santainya berkata : ” Apaan sih pakde… sat..set..sat..set mulu “. Dan tanpa sungkan dia terus melanjutkan sms-nya. Lho beda kan peringainya dengan peringaiku dulu.

Mendidik anak jaman sekarang jangan terlalu banyak kode atau basa-basi, tapi langsung saja : ” Nduk, bantu budhemu nyapu donk !!”. Straight to the point, tanpa basi-basi.

.

Bagaimana mendidik anak ketika masih kecil ?

Wow, anda harus mengerti bahwa anak bukanlah manusia dewasa dalam ukuran kecil. Dia tetap anak-anak dengan segala hobi dan kegemarannya. Jika dia mengambil semut lalu memasukkan kedalam mulutnya, itulah dia, si anak kecil. Ketika dia dengan riangnya mencoretkan spidol di tembok dengan gaya naturalis atau hancurisme, lha itu dia, wujud expresi keberaniannya menggoreskan sesuatu ke tembok atau sprei.

.

Bella expression.

Jika anda berteriak menggelegar : ” Hoi, monyet, jangan coret-coret tembok !!”, maka anda sudah melupakan sejarah bahwa andapun pernah berbuat serupa ketika masih usia balita dulu. Arahkan hobi coret-mencoret itu kearah yang benar. Belilah buku gambar dan bimbinglah dia untuk menyalurkan hobinya itu kearah buku.

.

Jangan berkata buruk

Ketika anak anda masih asyik main game online dan belum juga belajar, lalu anda berteriak : ” Anak iblis, emangnya kamu mau menjadi jambu monyet, kepalamu dibawah dan badanmu diatas. Kugantung di pohon jambu itu baru nyaho kamu !!”

Anak anda bukan saja ketakutan karena anda ancam  dengan menggantungnya di pohon, tetapi juga takut karena ternyata dia anak iblis, sambil memandang wajah anda yang sedang menyeringai bengis.

Jangan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada anak-anak, jika dia terus menerus mendengarkan kata buruk maka kelak dia juga akan mengeluarkan kata atau kalimat yang senada dan seirama dengan apa yang selama ini dia dengar.

Akan lebih enak dihati jika kalimat yang anda keluarkan dirubah menjadi : ” Ayooo, main gamenya berhenti dulu, waktunya belajar lho. Katanya mau jadi guru kayak Pakde Mars “.

.

Reward and punishment

Bagaimana dengan reward and punishment untuk anak-anak ? Yup, bisa diterapkan secara bijak, terukur dan terarah.

Konon, seorang aktor luar negeri yang sangat terkenal, mempunyai perilaku yang aneh. Jika anaknya lupa meletakkan sepatunya di rak sepatu, maka si aktor berbody kekar ini langsung melempar sepatu anaknya itu ke dalam api yang sedang menyala- membakarnya. Ini adalah perilaku dzolim, memberi hukuman yang berlebihan kepada anak yang tak setimpal dengan kesalahannya.

Jika anak melakukan pelanggaran, hal pertama kali yang harus dilakukan adalah segera menghentikan pelanggaran itu, memberinya tegoran, peringatan dan jika tetap tak bisa dihentikan berikanlah hukuman setara dengan kesalahannya. Tujuan pemberian hukuman adalah untuk memperbaiki kesalahannya, bukan untuk menyakiti dan membencinya.

Yakinkan bahwa anak-anak aman dalam pelukan dan cintamu.

Mereka aman dalam pelukan cintaku

.

Bakat dan minat anak

Setiap anak umumnya mempunyai minat dan bakat. Sebagai orangtua tentu perlu memperhatikan minat dan bakatnya lalu membimbing dan mengarahkan agar minat dan bakatnya berkembang dengan baik.

Jika anda berkata : ” Kamu harus menjadi dokter, seperti bapakmu ini nak !!”. Padahal si Dewi telah berkali-kali menjuarai lomba merancang busana dan sudah berkali-kali pula memohon agar dirinya bisa melanjutkan studinya dibidang fashion. Apa artinya ? Anda hanya mengerti hak tetapi tidak mengerti kewajiban sebagai orangtua.

.

Teladan itu penting

Ketika anda menyuruh si anak : ” Hey, apakah kamu nggak dengar suara adzan itu ? Cepat gih berangkat ke masjid !!”, maka akan ada dua kemungkinan tindakan yang dilakukan oleh si anak.

1. Segera berangkat ke masjid.

2. Melihat anda sejenak, lalu bertanya : ” Ayah nggak ke masjid ?”. Jika anda menjawab : ” Saya sholat di rumah saja, nanggung nich acara infotainment lagi asyik-asyiknya “.

Si anak mungkin akan berangkat ke masjid, tetapi sambil berkata : ” Jarkoni – iso ujar, gak iso nglakoni “, artinya : ” Ayah hanya bisa ngomong doank tapi gak bisa menjalankannya “.

Orangtua harus menjadi idola, panutan dan  teladan bagi anak-anaknya.

.

Nak Uzlifahtul Fitriah dan nak Arif Bayu Arief Bayoe Sapoetra,

Anak adalah amanah Allah Swt, banyak kegiatan yang harus kalian laksanakan agar amanah itu bisa kalian emban dengan sebaik-baiknya.

Salah satu kegiatan dalam rangka mengemban amanah itu adalah memberi nama yang baik kepada anakmu. Jangan memberi nama yang aneh yang kalian sendiri tidak tahu artinya. Nama adalah doa dan harapan dari orangtua bagi si anak.

Bayu yang menamakan blognya FLASH, jangan latah memberi anakmu dengan nama asing misalnya Land Crocodile agar tampak gagah. Sementara Uzlifahtul Fitriah, walaupun  namamu indah dengan bahasa Arab, jangan memaksakan diri memberi nama anakmu Annisah Munafiqun. Wah..wah..waaaaaaaah…ancur…ancur..ancur…

Selamat mensyukuri usia pernikahan kalian, semoga Allah Swt memberikan ridho-NYA dan mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.

Untuk nak Fitriah,  selamat mensyukuri usiamu yang sudah 20 tahun, semoga karunia Allah Swt selalu tercurah untukmu dalam setiap tarikan dan hembusan nafasmu nduk.

Amin ya rabbal ‘alamin

Wis yo nak, matur nuwun.

 

Artikel ini diikutsertakan dalam acara April Mei Bayu Family Berbagi

.

 

46 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. Chici says:

    Wah sarapan dengan wejangan dari Pak Dhe memang mantap, moga ntar klo aku udah jadi ibu bisa langsung nerapin tipsnya Pak Dhe…
    Jadi inget, mamaku juga punya kode-kode tertentu kalo nyuruh kami menyingkir kalo ada tamu di rumah, hihi…
    Moga menang ya Pak Dhe

    happy anniversary juga buat mas Bayu dan mbak Fitriah (>o<)/

    Benar nduk, kadang orangtua malu kalo anaknya ndomblong ikut mendengakan pembicaraan mereka

    Chici´s last [type] ..Kopdar Goodreads Medan Kedua

  2. Bang Iwan
    Twitter:
    says:

    Ada sebuah pergesaran tradisi pada anak-anak generasi sekarang. Kalau dulu pada umumnya kita takut-takut untuk mengungkapkan pandapat, terutama kepada orang tua. Mungkin karena bangsa kita lama dijajah, maka budaya yang berkembang adalah budaya otoriter. Akhirnya budaya ini terbawa sampai ke rumah tangga sehingga orangtua memiliki otoritas yang luar biasa terhadap anaknya dalam banyak hal : dalam menyatakan pendapat, dalam mengambil keputusan, dan sebagainya. Sehingga ketika si anak memiliki argumentasi, maka ia akan lebih memilih untuk diam. Itu semua terjadi pada jaman kita dulu ketika dididik oleh orang tua kita.

    emak juga suka melarang kalau cucunya bolak-balik ganti HP, buang2 duit kata beliau
    Bang Iwan´s last [type] ..Pembelaan Noura Dian Hartarony

  3. Bang Iwan
    Twitter:
    says:

    Harus kita ingat bahwa anak-anak kita telah tumbuh sesuai dengan kebutuhan jamannya.tugas kita adalah membimbing mereka supaya tidak salah jalan. Mereka sebenarnya telah berjalan ke arah yang sesuai. Kita para orang tua harus mulai belajar untuk menerima perbedaan-perbedaan ini.

    sepanjang itu dalam koridor yang baik dan benar
    Bang Iwan´s last [type] ..Info Pendaftaran Online Perguruan Tinggi ber-Ikatan Dinas

  4. Bang Iwan
    Twitter:
    says:

    Kita para orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita, tapi sering kali kita tidak mau menerima efeknya, bahkan ketika kita tahu bahwa efeknya adalah positif. Kenapa anak-anak kita berbeda?

    begitulah kita, kadang membuat bingung anak2
    Bang Iwan´s last [type] ..Links for 2011-05-10 delicious

  5. Bang Iwan
    Twitter:
    says:

    Mohon maaf pakDe,… saya kayaknya sudah terlalu banyak ngomong.

    bagus bang, asal jangan banyak makan disini
    Bang Iwan´s last [type] ..Links for 2011-05-10 delicious

  6. nh18 says:

    Orangtua harus menjadi idola, panutan dan teladan bagi anak-anaknya.

    Ini intinya …

    Banyak orang yang hanya bisa bicara sana sini … disorot kamera dari kiri dari kanan …
    namun yang bersangkutan ternyata tidak bisa menjalani nya sendiri ….
    cuma omong doang tetapi tidak di lakoni …

    Nice Pak De

    Salam saya

    bener oom, kalo orangtuanya waktu ikut sidang trus mbuka hp berisi gambar porno piye yooo….
    anake pasti jadi bahan guyonan di sekolahnya

  7. Blogger Java says:

    Sebagai seorang yang lebih muda, saya akan mematuhi apa saja (wejangan) dari orang yang lebih tua dan berpengalaman seperti Pakde. hehehe…

    kok mematuhi tho istilahnya nak

  8. bangauputih
    Twitter:
    says:

    pakdhe sibuk banget sepertinya, tapi masih sempet meramaikan setiap event berhadiah yg diadakan sahabat2.
    @bang iwan: tenang aja bang, banyak ngomong nggak bakal dimarahin pakdhe, malah dimarahin klo nggak ngomong2, hehehe

    kalo gak ngomog malah tak antemi di gardu kamling situ
    bangauputih´s last [type] ..Tali Asih Cinta

  9. bayu says:

    iya pak de. anak ngak boleh di hambat kreatifitas nya. dan jangan d marahin yang ngak jelas. setuju lah. oh ya nama aku juga bayu. bagus ya nama ku. hehe

    bagus mas- ingat Bethoro Bayu kan….
    bayu´s last [type] ..Harley Davidson California dan Joget Paling Jijikan para Gangster Moge

  10. joe says:

    wah, judulnya provokatif sekali he he

    dan merangsang sukma yo wuk

  11. entik says:

    pencerahan yang mantaf pakdhe…
    tambahan ilmu buat jadi orang tua yang lebih baik :)

    agar anak2 juga jadi baik
    entik´s last [type] ..dadaah bapak

  12. agung rangga says:

    wes,wes,wes…
    Tips yang sangat perlu dibaca orang tua nih Pak Dhe… :D
    *manggil orang tuaku…*

    dan diaplikasikan

  13. Necky says:

    top markotob dah kalau pakde yang nulis…semoga saya bisa menulis kayak pakde suatu hari nanti. Begitu mengalir dan sekali orang membaca langsung dapat mengerti maksud inti tulisannya. Sukses terus ya pakde..

    tulisan ringan 2 aja mas
    dah jadi gaya sulit dirubah

    Necky´s last [type] ..Sifat &amp Karakter 2

  14. Bibit M says:

    Meskipun aq termasuk manten kluwuk (alias wis lawas), ini adalah nasihat. Pituture wong tuwo … tak estokake Cak!

    yo ngono mas….

  15. fitrimelinda says:

    wah…mantap banget nih pak dhe tips mendidik anaknya..aku pelajari ya..buat bekal nanti.. :)

    copy trus dilaminating ya nduk
    fitrimelinda´s last [type] ..Orang Minang Orang Padang

  16. Nchie
    Twitter:
    says:

    Foto itu Dhe tahun 1985,..
    hihii..aku kelas 3 SD,..
    pakdhe emang guanteng sedari muda..hahhaa..

    jadi malu, semua bilang begitu
    saya kan orangnya pemaluuuuu

    Nchie´s last [type] ..Makanan Nuikmat

  17. omiyan says:

    betul pakde kita ini adalah cermin mereka atau memang mereka cerminan kita dikala kita kecil …. judulnya bikin saya penasaran saja seperti apa isi artikelnya hahaha
    omiyan´s last [type] ..Sebuah “Cermin” Untuk Anak-Anak Kita

  18. dewifatma says:

    Ikutan nyuri ilmu Pakdhe untuk dipraktekin di rumah kami, nggak papa kena pasal KUHP juga.. Ikhlas deh…

    Jadi kepengen kenal sama putri-putrinya Pakdhe (pasti kami seumuran deh..), pastilah mereka anak-anak yang luar biasa ya, Pakdhe. Wong Papanya keren gitu… *dilarang ge-er lho Pakdhe*
    dewifatma´s last [type] ..PR Ibu Dini dan award Dik TM

  19. mendidik harus sabar memang
    Penerjemah Bahasa´s last [type] ..Hello world!

  20. Abi Sabila says:

    Wah, juragan kontes lagi gencar ikutan kontes nih, kapan ngadain kontes lagi Pak Dhe. Saya doakan menang, saya dapat banyak pelajaran dari postingan ini Pak Dhe. Matur nuwun.

    lagi digodok oleh Tim kreatif BlogCamp
    Abi Sabila´s last [type] ..Tak Lagi Muda

  21. bangauputih
    Twitter:
    says:

    fotonya waktu tahun 85-an pakdhe? wah saya baru lahir donks… hehe

    saya dah kapten
    bangauputih´s last [type] ..Pemberian Sahabat

Bad Behavior has blocked 827 access attempts in the last 7 days.